Baca Juga
Yang namanya kehidupan rumah tangga pasti ada naik dan turun. Ada kalanya ketika masih berbunga-bunga, kehidupan rumah tangga pun serasa seperti di surga. Tapi ada kalanya ketika semuanya sudah menjadi kebiasaan, rasa jenuh pun gak bisa dihindari. Dan di saat kejenuhan ini datang, di situlah ujian cintamu dimulai, seperti misalnya mencari pengganti dari pasanganmu yang sekarang yang gak lain gak bukan adalah si orang ketiga.
Hal yang sama juga terjadi pada rumah tangga Nico. Nico sudah menikah dengan Eny 10 tahun lamanya. Tapi selama sepuluh tahun ini, Nico mulai merasa jenuh dengan Eny dan mulai menghayal kalau aja dia punya cewek simpanan yang cakep, seksi dan manja terhadapnya. Dia pun menge-post pemikirannya tersebut di sosmed-nya dengan caption seperti ini, "Seandainya aja kalau aku punya pacar lagi, rasanya kehidupanku bakalan lebih bahagia deh!"
Eny yang melihat postingan suaminya ini pun langsung berkata, "Nico, aku mau jadi 'pacar'-mu aja deh kalo gitu." Nico mengira omongan istrinya ini diucapkan karena Eny marah padanya. Tapi ternyata omongan Eny selanjutnya ini membuatnya sadar kalau dia udah salah kaprah, "Iya, soalnya selama 10 tahun ini kan kamu punya istri yang ngeselin. Siapa tahu dengan aku jadi pacarmu, aku bisa dapet nilai 100 dari kamu lagi."
Nico pun sempet berpikir, apakah istrinya ini beneran mau jadi pacarnya lagi? Dia pun sempet ngomong ke istrinya untuk menjadi pacar paruh waktu saja sehingga Eny bisa tetep mengerjakan setiap pekerjaan yang harusnya dilakukan oleh seorang istri. Tapi Eny bersikeras mau menjadi pacarnya Nico selama beberapa minggu ke depan. Nico pun akhirnya mencoba memahami Eny dan menyetujui keputusan Eny.
Suatu hari, ketika Nico masih ngantor, Eny pun menelepon Nico dengan suara manja, "Sayang, di dekat rumah ada satu restoran yang baru buka nih. Kelihatannya restorannya enak nih, soalnya orang-orang yang udah pernah pergi kesana pada bilang kalau makanannya itu recommended banget. Kamu mau gak pergi dinner romantis denganku?" Mendengar ajakan Eny seperti itu, hati Nico pun mulai berbunga-bunga dan merasa bahwa inilah yang diinginkannya. Eny yang manja serta penuh dengan kejutan seperti itulah yang dia impikan selama ini. Dia pun langsung mengiyakan ajakan Eny dan pergi ke restoran tersebut sehabis pulang kerja. Ketika dia bertemu dengan Eny, bisa dia lihat bahwa Eny lain dari biasanya. Eny memakai dress putih yang dibelikan Nico dulu dan memakai make-up! Nico merasa sepertinya udah lama banget gak melihat istrinya make-up-an seperti ini. Betapa dia kangen banget dengan masa-masa ketika mereka masih pacaran. Eny terlihat begitu mempesona, bahkan banyak mata di restoran tersebut yang tertuju pada kecantikan Eny.
Selama makan malam, Eny pun menggoda Nico dengan berkata, "Sayang, gimana? Apakah aku udah berhasil menjadi 'pacar' yang kamu idamkan selama ini?" Mendengar istilah pacar yang dipake istrinya ini membuat Nico deg-degan serta bahagia. Ketika tiba saatnya harus membayar makanan yang dipesen, Nico pun cuman duduk diam dan nungguin Eny yang membayar tagihan seperti biasanya. Di saat itulah, Eny pun mulai angkat bicara, "Loh sayang, kok cuman duduk diem doang disana? Bayarin tagihanya gih, masa kamu suruh pacarmu ini bayar sendiri?" Nico pun akhirnya terpaksa membayar tagihan restoran. Ketika dia melihat tagihannya, dia pun kaget bukan main. Tagihan restoran sampai hampir setengah juta rupiah! Biasanya kalau mereka pergi makan, Eny pasti bakalan mencari makan yang lebih murah agar mereka bisa menghemat uang mereka.
Sepulangnya mereka ke rumah pun, Eny menyuruh Nico tidur di ruang tamu, alesannya karena mereka itu sekarang sepasang kekasih, jadi gak etis kalau tidur sekamar. Semenjak saat itu jugalah, Nico mulai merasakan perubahan yang membuatnya cukup gak nyaman. Biasanya sebelum tidur, mereka bisa ngobrol satu sama lain dan mencurahkan isi hati mereka masing-masing, tapi sekarang semua hal itu udah gak mungkin terjadi. Ditambah lagi, semenjak istrinya berubah jadi pacarnya lagi,semua cucian, sepatu dan segala kebutuhannya sehari-hari gak pernah disiapkan oleh Eny, bahkan sarapan setiap pagi saja gak pernah dibuat lagi! Nico pernah memarahi istrinya, "Eny, kok kamu gak pernah nyiapin sarapan buat aku lagi sih? Aku kan jadi telat ke kantornya kalau begitu ceritanya." Eny malah dengan santai menjawab, "Loh sayang, masa kamu perintah-perintah pacarmu untuk nyiapin semuanya buat kamu? Kamu gak lihat aku lagi sibuk make-up? Kamu gak lihat kalau make-up itu butuh waktu lama? Aku mana sempat buatin kamu sarapan lagi. Kan pacarmu harus tetap tampil sempurna dan cantik setiap saat." Nico pun hanya bisa terdiam dan mengalah pada istrinya.
Namun hari berganti hari, Nico semakin merasa gak nyaman dengan sikap Eny. Gimana gak, semua pekerjaan rumah yang "seharusnya" dikerjakan oleh Eny dibiarkan begitu saja. Rumahnya sudah terlihat seperti kapal pecah. Cuciannya gak pernah diberesin, pagi-pagi tidak pernah dibangunin, sarapan juga tidak pernah disiapin, ditambah lagi kartu kredit selalu digesek hampir setiap hari karena Eny pergi shopping terus menerus. Setelah Eny berubah jadi pacarnya, bukannya tambah seneng, tapi dia malah tambah stress.
Akhirnya pada satu hari, dia pun sudah gak tahan dengan semuanya dan dia pun mulai menyadari satu hal. Dia kurang bersyukur. Iya, dia kurang bersyukur ketika Eny masih menjadi istri yang baik dan setia padanya, Eny selalu menyiapkan segala sesuatu untuknya setiap hari, sehingga dia tidak perlu repot-repot mikirin pekerjaan rumah atau apa yang harus dia makan setiap kali dia mau berangkat kerja ataupun pulang ngantor. Dia kurang bersyukur karena dulu saking sibuknya, Eny sampai gak ada waktu untuk make-up dan shopping ataupun pergi ke salon sekalipun. Dia kurang bisa bersyukur karena dia merasa kehadiran Eny itu emang sudah sewajarnya (baca: take it for granted), bukan karena Eny sayang padanya sehingga dia melakukan semua ini untuk Nico. Di saat inilah, Nico pun akhirnya menangis di depan Eny dan meminta maaf atas kesalahannya. Eny yang melihat suaminya seperti itu pun menangis bersamanya dan memaafkan suaminya yang sekarang telah sadar alasan di balik semua tingkah lakunya selama beberapa minggu belakangan.
Semenjak saat itulah, Eny pun kembali menjadi istri Nico seperti sebelumnya. Dia pun menyiapkan sarapan untuk Nico dan melakukan segala pekerjaan rumahnya dengan baik. Nico pun merasa terharu sekali ketika dia melihat Eny melakukan semua itu untuknya. Dia pun memeluk istrinya setiap hari dan mengucapkan terima kasih karena Eny telah bersedia menghabiskan sisa hidupnya bersama Nico dan mau bekerja keras untuk rumah tangga mereka.
Sumber: Bomb01
Habis Lihat Postingan Sang Suami, si Istri pun Berkata "Aku Mau Jadi Selingkuhanmu Aja," dan Setelah Sebulan, Sang Suami pun "Berlutut Minta Maaf" Pada Istrinya!
4/
5
Oleh
Unknown
